PADANG PARIAMAN – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan Sosialisasi dan Pengukuhan Nagari Siaga Tuberkulosis yang dilaksanakan pada tanggal 27–28 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterlibatan pemerintah nagari dan masyarakat dalam mendukung percepatan eliminasi TBC tahun 2030.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, SH., MH., di Ketaping pada Selasa, 27 Oktober 2026. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa penanggulangan TBC merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Bupati menyampaikan bahwa TBC masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian serius. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas keluarga, pembangunan sosial, dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, penemuan kasus TBC tercatat sebanyak 1.608 kasus pada tahun 2024 dan 1.411 kasus pada tahun 2025. Sementara itu, sepanjang Januari hingga September 2026, telah ditemukan sebanyak 1.064 kasus TBC. Data tersebut menunjukkan pentingnya penguatan upaya penemuan kasus secara dini, pencegahan penularan, serta pendampingan pasien hingga menyelesaikan pengobatan.
Melalui program Nagari Siaga Tuberkulosis, pemerintah nagari diharapkan semakin aktif dalam mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC. Peran tersebut mencakup peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap gejala TBC, mendorong warga untuk memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, mendukung pasien menjalani pengobatan secara teratur hingga sembuh, serta menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap pasien TBC.
Bupati juga mengajak seluruh Wali Nagari untuk menjadikan penanggulangan TBC sebagai salah satu prioritas pembangunan kesehatan di tingkat nagari. Optimalisasi sumber daya nagari, penguatan peran kader kesehatan, serta kolaborasi dengan Puskesmas dan berbagai pemangku kepentingan perlu terus ditingkatkan agar upaya penanggulangan TBC dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pengukuhan Nagari Siaga Tuberkulosis diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari komitmen nyata untuk membangun sistem kewaspadaan dan kepedulian masyarakat terhadap TBC. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, upaya menemukan kasus lebih dini, memastikan keberhasilan pengobatan, dan memutus rantai penularan diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan TBC sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan sejahtera.
Bersama, Wujudkan Padang Pariaman Sehat dan Bebas TBC Menuju Eliminasi Tahun 2030.
#DinkesPadangPariaman
#PadangPariamanSehat
#NagariSiagaTuberkulosis
#EliminasiTBC2030
#TOSS TBC
#PadangPariamanMajuDanSejahtera